Kick Ass 2 Lanjutkan Kontroversinya

garagarafilm-Kick Ass 2 Lanjutkan Kontroversinya

Kick Ass 2 telah tayang, namun jika kita mengingat kembali saat Kick Ass 2 tayang pada tahun 2010 terjadi pro kontra diantara penikmatnya. Ada yang menyukai film tersebut namun tidak sedikit juga yang menganggapnya dengan sebelah mata karena banyaknya adegan kekerasan dan kata-kata kasar terutama tokoh Hit-Girl dalam film tersebut. Nampaknya kontroversi ini masih berlanjut pada Kick Ass 2 karena Aaron Taylor-Johnson memang mengakui akan setia dalam memvisualisasikan sifat dewasa dari komik sumber adaptasi Kick Ass.

Kick Ass 2 sudah mulai menyulut kontroversinya, melainkan Jim Carrey yang berperan sebagai Sal Bertollini atau Colonel Stars and Stripes pada pertengahan Juni lalu mencabut dukungannya dalam promosi Kick Ass 2 akibat terjadinya penembakan berdarah di Sekolah Dasar Sandy Hook.

“Saya melakukan syuting film Kick-Ass 2 sebulan sebelum peristiwa penembakan di Sandy Hook dan sekarang hati nurani saya bilang saya tidak dapat mendukung aksi kekerasan pada level tersebut. Saya minta maaf kepada orang-orang yang terlibat dalam produksi film ini. Saya tidak malu berakting dalam film ini, tapi kejadian penembakan telah mengubah isi hati saya,” tulis Jim Carrey dalam pernyataannya.

Mark Millar lalu angkat bicara. Dia paham bahwa komik-komik superhero begitu pula film-film adaptasinya, salah satunya Kick-Ass, memang dekat dengan visualisasi kekerasan fisik. Tapi, baginya, kisah Kick-Ass mengetengahkan segala konsekuensi yang terjadi dari aksi kekerasan, bukan aksi kekerasan itu sendiri. Film-film sepertiDie Hard, White House Down, atau yang dibikin oleh Quentin Tarantino pun memuat banyak visualisasi kekerasan yang nyata, seperti adegan ledakan bom yang menewaskan 200 orang.

“Bedanya kita tidak melihat penderitaan mereka ketika harus menahan sakit akibat kekerasan itu. Sedangkan dalam Kick-Ass kita bisa merasakannya setiap adegan kekerasan itu muncul,” kilah Mark. Terhadap pencabutan dukungan Jim Carrey, Mark mengungkap bahwa film Kick-Ass 2 yang disutradarai dan ditulis skenarionya oleh Jeff Wadlow ini sebenarnya tidak memuat aksi penembakan di sekolah, walaupun tetap ada senjata api karena tuntutan skenario.

“Tragedi penembakan di sekolah ini sudah terjadi berulang kali dalam beberapa tahun terakhir. Patut disesalkan kita tetap terus mengalami aksi-aksi penembakan itu, tapi semua itu tidak ada hubungannya dengan film Kick-Ass 2 ini,” papar Mark.

Kisah Kick-Ass 2 sendiri berkisar pada kehidupan Mindy alias Hit-Girl yang kini sudah masuk SMA. Tapi di sisi lain, ia juga tetap melanjutkan kiprah membasmi kejahatan bersama Kick-Ass. Namun yang bikin repot dan tidak disangka-sangka, aksi superhero mereka ternyata memancing beberapa orang yang juga ingin menjadi ‘superhero’. Salah satunya adalah Colonel Stars and Stripes.

Tak ada superhero jika tidak musuh. Maka seorang penjahat pun lahir, yakni The Motherfucker. Dia ini sebenarnya menjadi penjahat sekaligus untuk membalas dendam. Soalnya, dalam filmnya yang pertama, Kick-Ass dan Hit-Girl lah yang mencabut nyawa bos mafia Frank D’Amico, ayah The Motherfucker. Dari gambaran kisahnya tadi, jelas kekerasan memang keniscayaan bagi Kick-Ass 2.

“Ini hanya sebuah film dan apa yang tersaji di dalamnya palsu, dan saya tahu itu sejak saya kecil…Saya tidak ingin berkeliaran untuk membunuhi orang-orang dan mengucap sumpah serapah. Malahan, film ini mengajarkan apa yang sebaiknya tidak dilakukan,” ujar Chloë Grace Moretz.

Sumber: Muvila

Dibaca 421 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on RedditShare on StumbleUpon

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>