Secuplik Perjuangan Soekarno yang Bisa Kita Rasakan di Film Terbaru

secuplik perjuangan soekarno yang bisa kita rasakan di film terbaru

Satu lagi film Indonesia terbaru yang bertema nasionalisme yang rilis bulan Desember 2013 ini. film tersebut berjudul ‘Soekarno’ yang ditayangkan secara premiere pada 9 desember lalu. Film Soekarno ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo yang mengakui bahwa film ini adalah puncak kariernya selama berkecimpung di dunia film.

Hanung bercerita seputar pembuatan film terbaru ‘Soekarno’

Rasa bangga tersebut diungkapkan Hanung Bramantyo, “Ini adalah sebuah film yang saya dambakan. Buat saya, ini merupakan puncak karier saya, puncak dari prestasi saya sebagai sutradara. Karena itu, saya mau mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah turut serta membantu pembuatan film ini hingga selesai,”

Membuat film Soekarno ini memang tidak mudah, sampai Hanung pun membandingkan dengan film biopic Ahmad Dahlan dengan judul ‘Sang Pencerah’. Bahkan Hanung mengutarakan sampai dirawat 2 kali selama pembuatan film ini.  dari segi biaya tidak tanggung-tanggung biaya yang dikeluarkan, angka miliaran rupiah dikeluarkan untuk keseluruhan produksi film Soekarno ini lho.

Jika saya melihat film ini memang menakjubkan karena banyaknya pemeran figuran, bahkan menurut sumber yang saya baca, jumlah pemain figuran mencapai 3 ribu orang, wow! Kostum mencapai biaya sekitar Rp 300 juta dan waktu yang dibutuhkan 50 hari.

Ternyata bangunan set dan nuansa yang cocok dilaksanakan di Yogyakarta, karena menurut Hanung, Yogyakarta sangat cocok untuk melakukan syuting secara total.

secuplik perjuangan soekarno yang bisa kita rasakan di film terbaru

Cuplikan cerita film Soekarno

Jika kita menyaksikan film ini kita akan disuguhkan perjuangan Soekarno dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia dari belenggu penjajah, baik Belanda maupun Jepang. Keberanian Soekarno menggugat penjajah sangat terasa dengan pledoinya “Indonesia Menggugat’, Soekarno dibuang ke Ende lalu ke Bengkulu.

Di Kota Bengkulu inilah Soekarno beristirahat dari kegiatan politik dan jatuh cinta kepada gadis muda bernama Fatmawati. Saat itu Soekarno masih menjadi suami Inggit Garnasih. Jepang kemudian datang memulai peperangan Asia Timur Raya dan menaklukkan Belanda.

Soekarno yakin bekerjasama dengan Jepang bisa mewujudkan Indonesia Merdeka. Sutan Sjahrir yang tidak setuju dengan rencana Soekarno tersebut menuding Soekarno-Hatta telah menjual bangsa sendiri ke tangan fasis. Hanung Bramantyo memang terlihat tidak ingin menghadirkan Ario Bayu dengan semirip Soekarno tetapi lebih menghadirkan sosok penting sejarah bangsa Indonesia. Kala itu yang bisa kita contoh dari Soekarno, di usianya 24 tahun, Soekarno sudah bicara tentang Indonesia merdeka.

Semoga seterusnya makin banyaknya film indonesia terbaru tentang biopic yang menceritakan tentang sosok penting dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Dibaca 526 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on RedditShare on StumbleUpon

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>