Film Terbaru Indonesia: Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Film Terbaru Indonesia: Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Tak kalah dengan tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2013 pun banyak sekali film-film berkualitas bermunculan, baik film dalam negeri maupun Hollywood. Para produser dalam negeri sepertinya tak mau kalah dengan produser-produser luar yang terus berkreasi melalui film yang mereka produksi. Semenjak pajak film Hollywood meningkat dan masyarakat yang semakin banyak protes akibat terlalu banyaknya film horor yang menyisipkan unsur-unsur pornografi, produser Indonesia termotivasi untuk membuat film berkualitas layak tonton.

Salah satunya adalah Sunil Soraya, seorang produser dan sutradara yang siap menghadirkan film terbaru Indonesia yang wajib untuk ditonton oleh para pecinta film. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck adalah film terbaru Indonesia yang akan tayang pada tanggal 19 Desember 2013 yang jatuh pada hari Kamis. Film yang ditulis oleh Donny Dhirgantoro dan Hamka ini akan diperankan oleh aktor dan aktris terkenal, ialah Herjunot Ali, Reza Rahadian dan Pevita Pearce.

Film Terbaru Indonesia: Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Sinopsis Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Dari tanah kelahirannya, Makassar, Zainuddin berlayar menuju tanah kelahiran ayahnya di Batipuh, Padang Panjang. Di sana ia bertemu dengan Hayati, keduanya kemudia jatuh cinta. Tetapi sayang, cinta keduanya terhalangi oleh adat. Zainuddin hanyalah seorang yang melarat sedangkan Hayati adalah perempuan Minang keturunan bangsawan. Lamaran Zainuddin ditolak oleh keluarga Hayati dan memaksa Hayati untuk menikah dengan Aziz, lelaki yang berasal dari kalangan bangsawan yang ingin menyuntingnya.

Tidak ada kata menyerah untuk Zainuddin, ia pun memutuskan merantau ke tanah Jawa dan bekerja keras di sana hingga menjadi seorang penulis terkenal. Dalam sebuah pertunjukan opera, ia kembali bertemu dengan Hayati beserta suaminya, Aziz. Kisah cinta keduanya menemui ujian terberat dalam sebuah tragedy pelayaran kapal Van Der Wijck.

Film terbaru Indonesia ini kembali diangkat dari novel dengan judul yang sama dengan filmnya, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Novel ini terbit pertama kalinya sebagai cerita bersambung di sebuah majalah pada tahun 1938, namun dalam bentuk buku novel, cerita ini terbit pada tahun 1939. Cerita ini memasalahkan adat yang berlaku di Minangkabau dan persoalan yang menghalangi hubungan cinta sepasang kekasih.

Dibaca 413 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on RedditShare on StumbleUpon

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>